Kamis, 10 Maret 2011

My new life

Nama saya Rien Mitra Paramitha, seorang gadis yang beranjak dewasa dan merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri Arlianto dan Pudji. Keluarga ini memang kecil, hanya terdiri dari aku, mama dan papa. Mama dan papa terbilang sukses dengan karir mereka masing-masing, sehingga sedari kecil hidupku bahagia dan selalu dimanja oleh mereka. Aku memang anak perempuan biasa, prestasiku di bidang akademik dari TK hingga SMA cukup baik. Aku bukan tergolong anak yang cerdas, bisa dibilang pemalas. hehehee.
Papa selalu memberikan dan membimbingku untuk mengutamakan Agama dan Pendidikan. Dari TK hingga SD aku dibekali sekolah madrasah (seperti pengajian), namun ada ujian seperti di sekolah dan setelah lulus mendapat Ijazah. Mama selalu baik dan juga memanjakanku, namun ia cenderung membimbingku untuk melakukan hal yang aku sukai diluar kewajiban yang papa berikan padaku. Mama mendorong hobbiku yang memang sudah terlihat "banci tampil" hehee aku sangat suka berkaca dan seolah-olah bernyanyi di depan orang banyak. Akhirnya aku pun menari dan ikut sebuah sanggar dan beberapa kali pentas. Suatu hari aku melihat ada orang bernyanyi dengan sangat bagus, aku berkata : "maah, mah.. ien mau nyanyi kaya gitu. ien bosen nari karena ien mau tampil sendiri ga rame-rame kaya nari mah." mama pun mengangguk dan aku ikut les menyanyi di Bina Vocalia. Dari situlah akhirnya karirku dimulai. Semua perlombaan menyanyi dari mall ke mall, tv ke tv dan berbagai pengalaman yang aku dapat, aku jadikan bekal dalam dunia menyanyiku kini dan nantinya. Aku sangat bersyukur pada Allah SWT, karena sudah menitipkan Anugrahnya melalui talenta menyanyi ini. Rien kecil menuju Rien yang seperti sekarang ini melalui banyak proses rintangan, cobaan, kebahagiaan. Hidupku terasa sulit di masa-masa kuliah karena banyak cobaan yang menghampiriku. Walaupun kedua orang tuaku masih bekerja namun kini aku bertekad untuk mencari uang sendiri, selalu berusaha mempertahankan prestasi akademik (IP) untuk tetap dapat mempertahankan beasiswa. Dari talentaku bernyanyi kini aku bisa membiayai semua kebutuhanku. Terkadang letih, lemah, sedih rasanya menghadapi begitu sulitnya menghadapi kehidupan ini. Mungkin memang inilah salah satu kenyataan hidup sesuai dengan beberapa pendapat orang, bahwa "kehidupan ini tidak mungkin selalu bahagia, hidup ini memang lebih banyak pahit dibanding manisnya". Tapi, kini aku sadar yang terpenting adalah bagaimana menjalani kehidupan yang singkat ini dengan sebaik mungkin karena nantinya, aku pun pasti kembali ke sisi Allah SWT. Inilah kehidupanku yang baru karena ditempa berbagai pengalaman berharga, dan kini aku lebih mensyukuri kehidupanku meskipun masih banyak kekurangan yang aku miliki. Namun aku akan selalu tetap belajar menjadi lebih baik untuk kebahagiaanku, mama dan juga papaku.